KudusPati

Bendungan Logung Siap Diisi Air

Kudus – Petani di Daerah Irigasi (DI) Logung diminta segera memaksimalkan pemanfaatan air untuk kepentingan musim tanam pertama (MTI) tahun 2018/2019. Sebab dua pekan ke depan gelontoran air akan berkurang drastis sehingga tidak dapat untuk mengairi lahan pertanian, menyusul ditutupnya aliran sungai dengan dimulainya penggenangan atau impounding Bendungan Logung di perbatasan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo dan Desa Kandangmas Kecamatan Dawe.

Pengisian air ke bendungan dari Sungai Logung dan Sungai Gajah membutuhkan waktu sekitar delapan bulan, yakni pertengahan November 2018 hingga pertengahan Juli 2019.  Berbagai persiapan masih dilakukan oleh pelaksana kegiatan pembangunan Bendungan Logung bersama unsur terkait.

Kepala Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Seluna, Rahman Wahyu Adi, Selasa (30/10/2018) mengatakan pengisian awal sangat penting untuk mengetahui kinerja bendungan sesuai desain yang telah dibuat. Namun demikian hal itu harus dikoordinasikan dan disosialisasi secara komprehensif sehingga tidak merugikan pihak lain.

Penggenangan selama delapan bulan harus melibatkan Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) setempat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. “Jangan sampai penggenangan bendungan justru merugikan petani,” pintanya.

Bendungan Logung diakui akan memberikan manfaat bagi para petani 13 desa di Kecamatan Jekulo dan Mejobo. Lahan pertanian yang dapat memanfaatkan irigasi Logung yang semula 2.805 hektar, dapat ditingkatkan menjadi 5.296 hektar.

Hubungan Komunikasi Publik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Dodi Indrawirawan saat sosialisasi penggenangan Bendungan Logung di Hotel Griptha, menegaskan kepentingan petani tidak akan diabaikan. Semua sudah melalui perhitungan. Bendungan Logung akan mulai dilakukan penggenangan 14 November nanti.

Kecepatan penggenangan setiap hari yakni 50 cm pada area seluas 144,06 hektare. Pengisian awal dilakukan hingga mencapai elevasi 74, dan dibiarkan tiga bulan pada level elevasi tersebut untuk mengetahui performa bendungan.

“Di level itu, air tetap dapat keluar melalui intake hingga musim tanam kedua (MT II) Maret 2019. Jadi petani tetap dapat memanfaatkan air irigasi dari Sungai Logung,” katanya.

Show More

Retno Wulandari

administrator di situs jateng.info dan juga sebagai founder Pratama Digital Network

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: