KeduMagelang

Nur Yahya Empat Tahun Tak Dijenguk Orang Tuanya

Rasa haru dan bahagia menyatu pada diri Nur Yahya, salah satu nara pidana atau warga binaan LP Kelas IIA Magelang dari Majalengka Jawa Barat yang dijatuhi vonis pidana penjara seumur hidup. Setelah sekitar 4 tahun tidak memperoleh kunjungan dari orangtuanya, pada Selasa (30/10/2018) kedua orangtua Nur Yahya, Talim (70) dan Umamah (60) datang ke LP Kelas IIA Magelang. Hal ini bertepatan dengan Hari Dharma Karyadhika Kemenkum-HAM ke-73 tahun 2018.

Kedua orangtua Nur Yahya mengatakan pihaknya sangat senang bisa bertemu dengan putra pertamanya, yang keberadaannya sekarang jauh lebih baik. Sekitar 4 tahun silam kedua orangtuanya juga sempat datang ke LP Magelang untuk bertemu Nur Yahya.

Sebelum di LP Kelas IIA Magelang, Nur Yahya sempat menjalani masa pidana penjaranya di Nusa Kambangan. “Saya kangen,” kata Nur Yahya.

Kepala LP Kelas IIA Magelang Bambang Irawan BcIP SH MH, lewat Kepala KPLP Magelang Rachmad Mintardja Amd SH MSi, mengatakan kalau kedua orangtua dan keluarga Nur Yahya selama beberapa tahun ini sulit dihubungi karena nomor teleponnya sudah ganti. Namun tanpa diduga kedua orangtuanya justru datang ke LP Kelas IIA Magelang.

Hal ini juga dapat mempermudah pihak LP Kelas IIA Magelang menghubunginya sewaktu-waktu. Selama berada di LP Kelas IIA Magelang, lanjut Rachmad, Nur Yahya sangat aktif mengikuti kegiatan, khususnya di bidang keagamaan.

Selama berada di LP Magelang, Nur Yahya bersama beberapa napi atau warga binaan lain yang juga rajin salat, rajin mengaji. Pihak LP Magelang juga sudah mengirimkan suratnya kepada Presiden RI melalui Menteri Hukum dan HAM tentang permohonan pemberian remisi perubahan pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara tahun 2018.

Menurut Rachmad, surat ini sudah dikirimkan beberapa bulan lalu. Dalam surat yang ditandatangani Kepala LP Kelas IIA Magelang dan Kasubsi Registrasi LP Kelas IIA Magelang Cahyo Sunarko AMd IP SSos tersebut juga disampaikan beberapa alasan diajukan permohonan, diantaranya Nur Yahya mengalami gangguan kejiwaan sejak sebelum masuk LP Kelas IIA Magelang hingga saat ini menjalani pidana di LP Kelas IIA Magelang.

Selama berada di LP Magelang, secara rutin sebulan sekali berobat untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan di RSJ Magelang. Secara kejiwaan juga tidak memungkinkan mendapatkan program pembinaan dari LP Magelang. Nur Yahya juga tidak pernah melanggar tata tertib dalam menjalani pembinaan di LP Magelang.

Karena mengalami gangguan kejiwaan dalam kehidupan sehari-hari mendapatkan perhatian khusus, baik oleh petugas maupun sesama penghuni LP Magelang, dan mereka menyadari keadaan Nur Yahya tersebut sehingga membuat prihatin. Nuryahya juga memerlukan perhatian khusus dari keluarganya serta memerlukan perawatan khusus dari RSJ.

Berdasar beberapa pertimbangan tersebut, Presiden RI dapat menerima dan mengabulkan permohonan pengampunan dari terpidana seumur hidup Nur Yahya, merubah atau mengurangi dan/atau setidak-tidaknya meringankan hukuman Nur Yahya dari seumur hidup menjadi pidana penjara sementara.

Show More

Retno Wulandari

administrator di situs jateng.info dan juga sebagai founder Pratama Digital Network

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: