Ekonomi

Rupiah Menguat, Investor Asing Masuk Rp 188 M di Pasar Saham

Pasca ‘kabur’ dari pasar saham dengan nilai bersih sebesar Rp 800 miliar sepanjang pekan lalu, investor asing kini mulai kembali. Hingga berita ini diturunkan, investor asing melakukan beli bersih sebesar Rp 188,2 miliar. Aksi beli investor asing bahkan berhasil mengangkat IHSG naik sebesar 0,57% ke level 5.906,32.

5 besar saham yang diburu investor asing adalah: PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (Rp 71,1 miliar), PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (Rp 61,3 miliar), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 56,8 miliar), PT Bukit Asam Tbk/PTBA (Rp 53,2 miliar), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (Rp 33 miliar).

Penguatan rupiah memotori aksi beli investor asing. Pada perdagangan di awal pekan, rupiah menguat 0,08% di pasar spot ke level Rp 14.470/dolar AS. Rupiah sebelumnya sempat menyentuh titik terkuatnya di level Rp 14.420/dolar AS. Sebagai catatan, sepanjang pekan lalu rupiah melemah hingga 0,7%, menjadikannya mata uang dengan performa terburuk di kawasan Asia.

Ketika rupiah melemah, berinvestasi dalam instrumen berbasis rupiah menjadi kurang menarik lantaran ada potensi kerugian kurs yang harus ditanggung. Sebaliknya ketika rupiah berbalik menguat, berinvestasi dalam instrumen berbasis rupiah memang menjadi menarik lantaran ada potensi keuntungan yang bisa diraup dari apresiasi rupiah.

Dolar AS memang sedang berada dalam posisi yang lemah, ditunjukkan oleh koreksi indeks dolar AS yang mencapai 0,18%. Pelemahan dolar AS datang sebagai hasil dari tuduhan Presiden AS Donald Trump bahwa China, Uni Eropa, dan negara-negara lainnya telah memanipulasi nilai tukarnya.

“China, Uni Eropa, dan lainnya telah memanipulasi mata uang mereka dan suku bunga ditekan serendah mungkin. Sementara AS menaikkan suku bunga dan dolar AS semakin kuat, menyebabkan kita tidak kompetitif. Seperti biasa, bukan sebuah kesetaraan (level playing field),” cuit Trump melalui Twitter.

Sebelumnya dalam wawancara eksklusif dengan CNBC International, Trump memproyeksikan bahwa ketidakseimbangan nilai tukar telah merugikan AS sebanyak US$ 150 miliar dalam perdagangan dengan negara-negara Uni Eropa.

“Mereka membuat uang beredar menjadi banyak dan nilai tukar mereka jatuh,” papar Trump. “Di China nilai tukar mereka jatuh dan nilai tukar kita naik dan saya harus memberi tahu Anda bahwa itu menempatkan kita pada posisi yang tak menguntungkan.”

Momentum pelemahan dolar AS pada akhirnya mampu dimanfaatkan oleh rupiah sebagai pijakan untuk menguat dan mendorong investor asing menanamkan dananya di pasar saham tanah air.

Source

Show More

Retno Wulandari

administrator di situs jateng.info dan juga sebagai founder Pratama Digital Network

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: