Seni & Budaya

NGELINGKE AWAKE DEWE Sejarah Seni di Yogya dalam Bingkai Foto

LAYAKNYA mesin waktu, potret bisa menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan budaya. Tak hanya itu, karya foto juga mampu memutarbalikkan memori tentang seseorang maupun peristiwa. Misalnya, melihat satu foto Almarhum Harya Suraminata memegang koleksi buku ‘Gundala Putra Petir’, mungkin bisa mengembalikan kenangan masa kecil tentang pahlawan super itu.

Pameran foto tokoh dan seni budaya Yogyakarta yang bertajuk Ngelingke Awake Dhewe oleh Khocil Birawa memang menjadi saksi sejarah perjalanan seni di DIY. Memasuki gedung galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY), pengunjung diajak bernostalgia dengan foto sang diva Indonesia, Krisdayanti ketika masih aktif di industri musik.

Di lain potret, Khocil juga mengabadikan momen dimana mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin bermain ketoprak di TBY beberapa tahun lalu.

Khocil Birawa atau Surasa, seorang wartawan Surat Kabar Harian (SKH) Kedaulatan Rakyat (KR), koran legendaris dan tertua di Indonesia. Kecintaannya pada seni budaya membuat pria kelahiran
1959 itu banyak menulis tokoh dan peristiwa seni, sejak 1990 hingga sekarang. Meski sibuk menulis untuk KR, ia juga masih meluangkan waktu berkesenian, baik di panggung teater maupun ketoprak.

Karyanya bak tak mengenal waktu. Dalam rentang 15 tahun, Khocil bisa mengabadikan sebagian besar seniman kenamaan. Sebut saja Butet Kartaredjasa, Djoko Pekik, Nasirun, Didi Kempot, Sawung Jabo dan Sirkus Barock serta grup idola NDX AKA. Sebagai wartawan, ia banyak berada di peristiwa penting di DIY.

“Ini adalah foto Soimah ketika masih berjuang dari bawah,” ujarnya ketika menunjukkan potret Soimah di depan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dan Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat, dr Gun Nugroho Samawi, Sabtu (24/11/2018) malam.

Mengenai tujuan pameran, Khocil tak muluk-muluk, ia ingin mengingatkan generasi muda tentang perjalanan waktu seni dan budaya DIY, bahkan Indonesia. Baginya, foto mengungkapkan banyak sisi lain peristiwa yang tak mampu dihadirkan narasi verbal.

Show More

Retno Wulandari

administrator di situs jateng.info dan juga sebagai founder Pratama Digital Network

Tinggalkan Balasan

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: